Humas IAIN Parepare — Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Kiyai Hannani, M.Ag, menyampaikan tauziah pada prosesi pelepasan jenazah tokoh masyarakat sekaligus pengusaha transportasi laut, H. Syamsul Latanro (HSL), di rumah duka Perumnas Wekke’e, Senin, 8 Desember 2025. Suasana duka menyelimuti keluarga, kerabat, dan masyarakat yang hadir memberikan penghormatan terakhir.
Pelepasan jenazah HSL juga dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Parepare. Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid, bersama Wakil Wali Kota Parepare, H. Hermanto P, turut hadir melepas almarhum ke tempat peristirahatan terakhir. Sekretaris Daerah Kota Parepare, Amarung Agung Hamka, juga tampak berdiri dalam barisan duka.
Sejumlah pejabat Forkopimda hadir, termasuk Kapolres Parepare yang diwakili Wakapolres Parepare. Anggota DPRD Parepare, seperti Jusvari Genda, Sappe, dan Kamaluddin Kadir, juga terlihat melayat. Sebelumnya, Ketua DPRD Parepare, Kaharuddin Kadir, datang lebih awal untuk menyampaikan duka cita secara langsung kepada keluarga. Sebelum dikebumikan di Pekuburan Hikmah, Jenazah almarhum HSL disalatkan oleh ribuan jamaah di Masjid Raya Kota Parepare. Di Masjid ini, HSL pernah menjadi bendahara umum.
Pesan Tauziah: Mengenang Kebaikan Almarhum
Dalam tausyiahnya, Prof. Hannani menegaskan pentingnya mengingat kebaikan orang yang telah wafat. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW. Sebutlah kebaikan-kebaikan orang yang telah meninggal dunia. Menurutnya, hal ini menjadi pengingat bagi yang hidup agar meneladani jejak kebaikan tersebut.
Rektor IAIN Parepare mengungkap bahwa ia mengenal H. Syamsul Latanro selama kurang lebih 20 tahun. Menurutnya, almarhum adalah sosok yang baik, tenang, rendah hati, dan peduli terhadap sesama. “Beliau low profile, tawadhu, meski memiliki banyak kelebihan. HSL dikenal dermawan dan selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan,” ucapnya.
HSL, kata Prof. Hannani, turut membantu banyak pihak tanpa memandang status. Dalam pembangunan Masjid Anregurutta KH Abduh Pabbajah, kata Prof Hannni, almarhum HSL merampungkan masjid dengan dana pribadi sekira Rp600 juta. “Menjadi dermawan tidak harus menunggu kaya, tetapi harus dibiasakan dan dijadikan kebiasaan mulia seperti yang dilakukan almarhum Haji Syamsul Latanro semasa hidupnya,” tegasnya.
Pesan Spiritual: Hidup Adalah Perjalanan Pulang kepada Allah
Lebih jauh, Prof. Hannani yang juga Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PC-NU) menyampaikan renungan tentang kematian sebagai proses kembali kepada Allah. Ia mengutip QS. Al-Baqarah: 156:
“Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” — Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.
Ia menganalogikan dunia sebagai tempat singgah sementara, seperti hotel yang tidak akan dihuni selamanya. “Tempat kembali yang sesungguhnya adalah perjumpaan dengan Allah,” ujarnya.
Dalam tauziah tersebut, Prof. Hannani menyampaikan empat amalan penting sebagai bekal sebelum kembali kepada Sang Pencipta:
1. Meluruskan Niat Setiap Bangun Pagi
Ia mengutip hadis terkenal: “Innamal a‘mālu bin-niyyāt” — segala amal bergantung pada niat.
“Segala aktivitas seperti bekerja, mengajar, mengurus keluarga, niatkan sebagai ibadah,” kata Prof. Hannani.
2. Melakukan Amal Saleh Mengharap Ridha Allah
Ia merujuk pada QS. Al-Kahfi: 110:
“Falyamal ‘amalan ṣāliḥā” — Hendaklah ia beramal saleh.
Menurutnya, amal saleh harus membawa manfaat nyata, berdampak dan tidak dicampuri niat selain keridaan Allah.
3. Muhasabah Sebelum Tidur
“Mengevaluasi diri adalah kewajiban. Periksa apakah niat dan tindakan kita hari ini sudah sesuai rencana kebaikan,” pesannya.
4. Belajar ‘Mati’ Melalui Tidur
Mengutip nasihat ulama besar KH Abdulrahman Ambo Dalle, Prof. Hannani menerangkan bahwa tidur adalah saudara dari mati.
“Berwudhu, salat tobat, berbaring ke kanan, bertakbir dan bertasbih, lalu tutup hari dengan Lā ilāha illallāh. Jangan menutup mata dengan tangan masih memegang HP,” kata alumni Pondok Pesantren Kaballangan ini.
Mengakhiri tauziah, Prof. Hannani mendoakan H. Syamsul Latanro agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kesalahannya, serta dilapangkan kuburnya. Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk meneladani kebaikan almarhum dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga Allah menerima seluruh amal saleh beliau dan menjadikan kepulangannya sebagai husnul khatimah,” tutupnya. (*)
Penulis : Alfiansyah Anwar