Humas IAIN Parepare- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengirim dua tenaga kependidikan (tendik) untuk mengikuti _Forum Group Discussion_ (FGD) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) SEVIMA _Platform_. Acara yang diselenggarakan oleh PT. Sentra Vidya Utama (SEVIMA) ini berlangsung pada, Kamis (28/08/2025) di Wisma Kalla _Building_, Makassar.
Dua tendik yang ditugaskan, H. Ade Musytahun Wahid dari TIPD dan Hasanuddin dari Bagian Kepegawaian, mewakili IAIN Parepare dalam forum nasional tersebut. Acara ini menjadi wadah bagi perguruan tinggi se-Indonesia Tengah untuk berdiskusi tentang tata kelola kepegawaian dan proses kenaikan jabatan akademik dosen.
Menurut Hasanuddin, FGD ini sangat penting untuk memahami regulasi terbaru terkait jabatan akademik. "FGD ini merupakan forum diskusi tentang kenaikan jabatan akademik dan modul kepegawaian SEVIMA _Platform_. Kegiatan ini tentu membantu perguruan tinggi memahami regulasi terbaru sekaligus memberikan masukan untuk pengembangan sistem," terangnya.
Lebih lanjut, Hasanuddin menjelaskan bahwa materi yang dibahas dalam forum tersebut berfokus pada evolusi regulasi kenaikan jabatan akademik Lektor Kepala (LK) dan Guru Besar (GB). Sejak Juni 2024, proses kenaikan jabatan akademik telah beralih dari sistem PAK ke SISTER, sesuai dengan Kepmendikbudristek No. 209/2024 dan 384/2024, serta Permen 63 Tahun 2025 yang mengatur mekanisme terbaru.
Beberapa isu strategis turut didiskusikan, termasuk penyesuaian kualifikasi akademik dan proses evaluasi holistik rekam jejak untuk usulan Guru Besar. Sebagai contoh, kualifikasi Magister kini bisa disetarakan dengan Doktor untuk jabatan Lektor Kepala, dengan syarat publikasi minimal di jurnal nasional terakreditasi.
Selain itu, SEVIMA juga memaparkan pentingnya implementasi sistem kepegawaian digital di lingkungan perguruan tinggi. Sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pengelolaan data, tetapi juga mendukung regulasi baru, seperti Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
Dalam forum ini, SEVIMA juga menawarkan solusi untuk mengatasi kendala klasik yang dihadapi bagian kepegawaian, seperti data yang masih tersebar, absensi manual, dan lambatnya proses cuti. Solusinya adalah pengembangan modul kepegawaian yang lebih terintegrasi.
Kehadiran IAIN Parepare dalam forum ini menunjukkan komitmen kampus untuk terus memperkuat sistem pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang modern dan terukur. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kualitas layanan dan pengelolaan SDM di IAIN Parepare seiring dengan perkembangan teknologi di dunia pendidikan tinggi. (aen/mif)