Humas IAIN Parepare — Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan (FORDETAK) 2026 menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) untuk memperkuat kolaborasi sekaligus merumuskan arah pengembangan pendidikan tenaga kependidikan. Mengusung tema “Strengthening Collaboration and Innovation in Islamic Teacher Education Toward World-Class PTKIN”, kegiatan ini berlangsung di Galaxy Hotel Banjarmasin, 12–14 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut mempertemukan para Dekan, Wakil Dekan, dan Kepala Bagian Tata Usaha FTK/FITK/FTIK PTKIN se-Indonesia. Agenda FORDETAK mencakup FGD, seminar internasional, penguatan jejaring kerja sama antar-PTKIN, launching buku, penguatan PPG Prajabatan, hingga diskusi komisi yang membahas bidang akademik, administrasi umum dan keuangan, kerja sama, pengembangan kelembagaan, serta pelayanan administrasi berbasis digital.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd., menekankan pentingnya PTKIN terus melakukan pengembangan kelembagaan agar mampu merespons kebutuhan pendidikan nasional. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah perluasan peluang penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di lingkungan UIN.

Menurutnya, PTKIN perlu membuka dan mengembangkan program studi umum yang relevan sebagai bagian dari strategi memperluas cakupan bidang studi dalam penyelenggaraan PPG. Dengan langkah tersebut, PTKIN diharapkan tidak hanya memiliki kekuatan pada bidang pendidikan agama dan keislaman, tetapi juga mampu mengambil peran lebih luas dalam menyiapkan guru pada berbagai bidang studi umum.
Gagasan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam pengembangan kelembagaan PTKIN. Perluasan program studi umum dipandang dapat memperkuat kapasitas PTKIN dalam menjawab kebutuhan tenaga pendidik, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara fakultas, program studi, pemerintah, dan pemangku kepentingan pendidikan.
Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare, Dr. Ahdar, M.Pd., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai FORDETAK memiliki posisi strategis dalam membangun kesamaan visi dan memperkuat jejaring antar-Fakultas Tarbiyah dan Keguruan PTKIN. Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi menjadi ruang bertukar gagasan dan merumuskan langkah konkret bagi pengembangan pendidikan keguruan.

“FORDETAK menjadi momentum penting bagi kita untuk saling berbagi pengalaman, membaca tantangan pendidikan ke depan, sekaligus menyusun strategi pengembangan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Penguatan PPG dan pengembangan program studi yang relevan merupakan bagian penting agar PTKIN semakin adaptif terhadap kebutuhan pendidikan nasional,” ujar Dr. Ahdar.
Ia menambahkan, pengembangan kelembagaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu akademik, penguatan sumber daya manusia, inovasi pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pendidikan. Karena itu, kolaborasi antar-PTKIN perlu terus diperluas agar berbagai inovasi dan praktik baik dapat direplikasi dan dikembangkan sesuai karakteristik masing-masing perguruan tinggi.
Bagi IAIN Parepare, partisipasi dalam FORDETAK 2026 juga menjadi peluang untuk memperkuat jejaring kelembagaan dan membuka ruang kerja sama di bidang pendidikan, pengembangan akademik, PPG, serta inovasi tata kelola. Pertukaran gagasan yang berlangsung selama forum diharapkan dapat memberikan masukan bagi pengembangan Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare ke depan.
Melalui FORDETAK 2026, para pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan PTKIN menegaskan pentingnya kolaborasi dan inovasi sebagai fondasi menuju perguruan tinggi yang semakin kompetitif. Penguatan PPG, perluasan bidang keilmuan, serta pengembangan kelembagaan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menempatkan PTKIN sebagai institusi strategis dalam mencetak guru berkualitas dan berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan nasional.
Editor : Suherman